Jumat, 02 Januari 2015

PT.AQUA GOLDEN MISSISSIPPI, Tbk.
                                                                                                                                                 
SEJARAH

            PT AQUA Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 oleh Bapak Tirto Utomo, sebagai produsen pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai Pertamina pada awal tahun 1970-an dan pegawai Petronas pada awal dekade 1980-an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan. Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan di Bangkok, Thailand, Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air, karena di Indonesia sama sekali tidak ada. Atasan Tirto, Ibnu Sutowo juga mengatakan : “Aneh Tirto iki, banyu banjir kok diobokke dalam botol”.
Tirto mendirikan Pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu PT Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun.Tirto sempat ragu dengan nama PT Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Sebelum bernama Aqua, dahulu bernama Puritas (nama lain dari Pure Artesian Water), yang berlogo daun semanggi. Tetapi, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua, karena kata Puritas sulit diucapkan. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46/liter.
            Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini AQUA memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia. Pada tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan Group DANONE, yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh Indonesia.
            Aqua untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk air mineral di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh faktor Aqua sebagai produk air mineral yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar. Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas.

Manajeman strategi pemasaran yang diterapkan di PT. Aqua Golden Mississippi adalah :
  1. Strategi menarik konsumen

Banyak cara yang sudah dilakukan oleh PT. Aqua Golden Mississippi untuk menarik konsumen sebanyak mungkin, salah satunya dengan cara memberi selogan yang bagus dari semua produk, membuat iklan yang menarik, promosi di setiap pelosok tanah air, dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar semua orang tertarik untuk membeli atau mencoba memakai produk dari PT. Aqua Golden Mississippi yang nantinya diharapkan bisa menjadi pelanggan dari produk PT. Aqua Golden Mississippi.

   2. Strategi mempertahankan pelanggan

Dalam strategi ini PT. Aqua Golden Mississippi berkomitmen bahwa pelanggan itu yang paling penting untuk perusahaan. Tanpa pelanggan atau konsumen, perusahaan tidak akan maju dan berkembang. Demi kepuasan pelanggan PT. Aqua Golden Mississippi memberikan pelayanan dan kualitas yang maksimal dengan tujuan agar pelanggan selalu merasa puas dalam menggunakan produk dari PT. Aqua Golden Mississippi. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan pelanggan agar tidak berpaling kepada produk yang lain.
                                       
3. Strategi promosi untuk menguasai pasar
Demi menjaring pelanggan yang banyak PT. Aqua Golden Mississippi mengutamakan promosi melalui iklan-iklan yang berkualita dan mudah dimengerti, baik iklan di televisi, radio, maupun iklan di media cetak, dan lain-lain.
                               
Visi :                                   
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.
Misi :
AQUA selalu ingin melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA untuk Anak Indonesia).


ANALISA SWOT :

kelebihan :
·         Brand Aqua Danone sangat kuat
·         Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%)
·         Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk
·         Kemasan Aqua semakin beragam ( dari kemasan gelas, botol kecil, sedang hingga galon )
·         Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih.
·         Inovasi terbaru tutup Aqua Galon yang unik dan inovatif, dan secara eksklusif dilengkapi segel transparan dengan hologram untuk menjamin terjaganya produk alami dari tiap tetes Aqua
·          Agen penjualan Aqua yang tersebar dimana-mana, karena untuk menjadi agen Aqua sangat mudah, hanya dengan pengambilan minimal 20 galon Aqua

kekurangan :                                                                                                     
·         Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor
·         Margin tipis
·         Diperlukan Modal Kerja yang cukup besar
·         Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.
·         Air mineral Aqua masih menggunakan proses Ozonisasi, sehingga menimbulkan stigma negatif pada masyarakat

kesempatan :
·         Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar
·         Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll)
·         Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum mempunyai pasar lokal
·         Sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi air mineral yang bersih dan higienis dimana Aqua memiliki semua kriteria yang dibutuhkan
·         Pemberian bantuan Aqua untuk wilayah terpencil merupakan salah satu promosi Aqua bahwa Aqua juga perduli terhadap sesama
·         Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral dalam kemasan
·         Aqua mempunyai kesempatan besar untuk bisa menembus pasar Internasional

ancaman :
·         Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua Danone dari wilayah lain (cross border)
·         Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila melanggar aturan keagenan.
·         Mulai muncul produk-produk air mineral baru
·         Sekarang ini banyak bermunculan depo-depo air minum isi ulang dikawasan padat penduduk dimana harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding Aqua
·         Adanya kenaikan bahan baku untuk kemasan, seperti plastik untuk label dan bahan untuk pembuatan gallon
·         Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
·         Melemahnya daya beli konsumen
·         Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri
·         Biaya pengiklanan yang tidak murah

Secara umum, lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian besar, yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan.
1.    Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri :
A.       Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal perusahaan yang merupakan faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
1.    Ekonomi
2.    Sosial
3.    Politik dan Hukum
4.    Teknologi
5.    Demografi

1     Ekonomi
Faktor ekonomi dalam industri air mineral memiliki pengaruh yang kecil karena air mineral merupakan suatu barang yang tidak terlalu mahal dan menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia.

2     Sosial
Faktor sosial dalam industri air mineral memiliki pengaruh yang kecil karena air mineral bukanlah suatu barang yang dapat digunakan untuk menaikkan prestise seseorang.

3     Politik dan Hukum
            Faktor politik dan hukum dalam industri air mineral memiliki pengaruh yang kecil karena perubahan dalam situasi politik dan hukum tidak berpengaruh secara langsung terhadap industri air mineral.

4     Teknologi
Teknologi merupakan faktor yang sangat penting karena dalam pengelolaan air mineral membutuhkan teknologi yang canggih untuk menghasilkan barang yang berkualitas baik.

5     Demografi
Faktor demografi merupakan faktor yang penting karena dapat meningkatkan penjualan dari air mineral semakin besar jumlah penduduk disuatu negara maka secara langsung permintaan terhadap air mineral juga akan tinggi.

B.   Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor-ancaman dari pelaku bisnis baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara para pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan dan tindakan dan tanggapan kompetitifnya.  Kekuatan- kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri sebagai berikut:
a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru
Untuk masuk dalam industri air mineral membutuhkan modal yang sangat besar sehingga ancaman masuknya pendatang baru memiliki peluang yang kecil.
b. Tingkat Rivalitas Di Antara Para Pesaing yang ada
Dalam industri air mineral tidak memiliki khususan atau keunikan dan cenderung merupakan barang yang standar, maka tingkat rivalitas diantara para pesaing yang ada cukup besar
c. Tekanan dari Produk Pengganti
Tekanan dari produk pengganti dari air mineral sangat tinggi karena air mineral merupakan sesuatu yang dibutuhkan pada saat itu juga.
d. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Substitusi)
Dalam industri air mineral kekuatan tawar menawar pembeli sangat kecil karena air mineral ditawarkan ke pasar dengan harga yang relatif murah dan harganya di semua daerah juga relatif sama.
e. Kekuatan Tawar-menawar Pemasok
Pada industri air mineral kekuatan tawar menawar dari pemasok cukup kuat karena bahan baku dari air mineral ini berasal dari alam sehingga selalu bergantung pada alam.
2.         Lingkungan Internal
Lingkungan dari dalam perusahan yang mempengaruhi perusahaan Aqua, antara lain:
1.    Keuangan
§  Perusahaan Aqua dari segi keuangan sangat kuat karena perusahaan ini merupakan leader dalam industri air minum yang telah menguasai pasar (market leader) air mineral hingga 60%.
§  DANONE meningkatkan kepemilikan saham di PT Tirta Investama dari 40 % menjadi 74 %, sehingga DANONE kemudian menjadi pemegang saham mayoritas AQUA Group.
2.    Pemasaran
§  Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk.
§  Sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi air mineral yang bersih dan higienis dimana Aqua memiliki semua kriteria yang dibutuhkan.
§  Pemberian bantuan Aqua untuk wilayah terpencil merupakan salah satu promosi Aqua bahwa Aqua juga perduli terhadap sesama.
§  Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral dalam kemasan
3.    Sumber Daya Manusia
§  Agen penjualan Aqua yang tersebar dimana-mana, karena untuk menjadi agen Aqua sangat mudah, hanya dengan pengambilan minimal 20 galon Aqua.
§  Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh Indonesia.
§  Aqua memiliki sumber daya manusia yang sudah terampil dan loyalitas terhadap perusahaan.
4.    Operasi dan Produksi
§  Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih. Sebagai bagian dari Grup Danone di seluruh dunia, AQUA mengikuti aturan yang dituangkan dalam Piagam Danone untuk manajemen sumber daya air untuk menjamin kualitas sumber-sumber mata airnya.
§  Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum mempunyai pasar lokal

5.    Produk
§  Brand Aqua Danone sangat kuat
§  Inovasi terbaru tutup Aqua Galon yang unik dan inovatif, dan secara eksklusif dilengkapi segel transparan dengan hologram untuk menjamin terjaganya produk alami dari tiap tetes Aqua.
§  Kemasan Aqua semakin beragam (dari kemasan gelas, botol kecil, sedang hingga galon)

          
Analisa PT.AQUA :

   Pada tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan Group DANONE, yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh Indonesia.
  Dan  DANONE meningkatkan kepemilikan saham di PT Tirta Investama dari 40 % menjadi 74 %, sehingga DANONE kemudian menjadi pemegang saham mayoritas AQUA Group.


referensi   :
https://andyseptianwibisono.wordpress.com/2013/06/25/tugas-manajemen-strategik-pt-aqua-golden-mississippi-tbk/
http://dedecisionmaker.blogspot.com/2013/04/manajemen-pt-danone-aqua.html
http://utami-hatlia.mhs.narotama.ac.id/2014/07/09/visi-misitujuan-dan-sasaran-aqua/

http://utami-hatlia.mhs.narotama.ac.id/2014/07/09/lingkungan-perusahaan-aqua/

Kamis, 06 November 2014

Profil, Sejarah, dan Modal Lele Lela (Waralaba)

http://i1327.photobucket.com/albums/u670/alexleow81/Summary%20Food%20Hunt/540764_435920793158605_629394788_n_zps7137b8a7.jpg


Profil Rumah makan Pecel Lele Lela

Rumah makan pecel lele lela merupakan rumah makan yang berbeda dengan yang lainnya, Karena pecel lele yang disajikan terdapat dari beberapa menu dan rasa.
Lele Lela berhasil menjaga kualitas rasa dan layanan yang menjadi kunci sukses bisnis kuliner. Tidak hanya itu, untuk menjaga bisnis tetap dalam fase pertumbuhan, Lele Lela terus berinovasi dengan rasa, mengembangkan berbagai menu hidangan lele yang khas dan berbeda. Inovasi di sisi layanan Lele Lela mengembangkan budaya sambutan ucapan “Selamat Pagi” kepada setiap konsumen yang datang meskipun waktunya siang, sore, dan malam. Rangga menunjukkan bahwasanya seorang wirausahawan haruslah kreatif dan inovatis mengembangkan nilai-nilai baru untuk meningkatkan nilai produknya.

Sejarah Lele Lela

Kisah hidup berliku dari seorang pejuang kehidupan dengan tekad bulat dan keyakinan pada akhirnya berbuah manis. Jerih payah, jatuh-bangun membangun bisnis pada akhirnya dirasakan oleh Rangga Umara (31), pemilik RM Pecel Lele Lela.
Sebelum banting setir memilih jalan pengusaha, Rangga adalah karyawan dengan posisi manajer di perusahaan swasta. Mengetahui perusahaan tempat kerjanya tidak sehat dan tinggal menunggu giliran PHK, setelah teman-temannya terkena PHK, Rangga mulai memikirkan jalan hidup lain. Pengalaman itu membuat Rangga tidak mau lagi menjadi karyawan.
Di tempat usaha yang baru, Rangga memutuskan untuk berjualan pecel lele, makanan favorit saat kuliah. Lagi-lagi nasib baik belum menghampirinya. Ketika berjualan lele, yang laku malahan ayam. Kalau menu ayam habis, pembeli langsung memilih pulang. Rangga berkeyakinan bahwa menu masakan lele itu enak. Untuk mengujinya, ia menawari pembeli untuk mencicipi menu lele dan keyakinannya itu diperkuat oleh pendapat pengunjung.
Naluri wirausaha Rangga pada momen itu sangat kuat. Dia mampu melihat peluang yang tidak titangkap orang lain. Lele yang biasanya di rumah makan hanya menjadi menu tambahan, oleh Rangga disajikan sebagai menu utama. Bagaimana membuat hal yang tidak biasa menjadi biasa di mana lele menjadi sajian utama dapat diterima oleh konsumen? Di tahap ini, naluri inovasi Rangga menunjukan kebolehannya. Inovasi hidangan lele untuk menonjolkan kelebihan lele sebagai menu makanan yang terletak pada kelembutan dagingnya dan memperbaiki bentuk lele sebagai makanan yang tidak menarik dengan dibaluri tepung dan telur. Jadilah lele tepung yang lambat laun disukai konsumen.
Ketika bisnis mulai menanjak, Rangga membangun fondasi usahanya, meletakkan pijakan dasar berupa budaya kerja dengan membuat SPO dengan dibantu oleh Bambang. Pada tahap pengembangan ini, peranan Bambang sangat besar membantu Rangga. SPO menjadi dasar pembukaan cabang lainnya untuk mengontrol kualitas makanan agar rasanya tidak berubah-ubah dan pelayanannya pun mempunyai diferensiasi trersendiri. Pada akhirnya Bambang menjadi general manager Pecel Lele Lela.
Pada 2009, menanggapi banyaknya permintaan, Rangga mulai mewaralabakan Pecel Lele Lela. Waralaba Pecel Lele Lela berdampak positif untuk pengembangan usaha. Pecel Lele Lela lebih dikenal oleh masyarakat dan selanjutnya permintaan konsumen pun meningkat. Waralaba lele Lela diminati banyak orang, bahkan sampai ke luar daerah, seperti Bandung, Yogyakarta, dan Medan.
Nama Lela sendiri sebenarnya hanyalah singkatan, yaitu Lebih Laku. Ini sekaligus menjadi doa supaya Lele Lela terus berkembang, Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rangga ketiika Pecel Lele Lela ikut mengisi menu acara buka bersama yang diadakan mantan presiden SBY di istana Negara, dihadiri para menteri dan duta dari negara sahabat.
Rangga mempublisitaskan ini dengan setiap pengunjung yang bernama Lela (tanpa sambungan apapun) bisa “Makan Gratis Seumur Hidup” di Pecel Lele Lela. Tidak hanya pemilik nama Lela, pengunjung yang sedang berulang tahun juga bisa “Makan Gratis” di Pecel Lele Lela, hanya dengan menunjukan KTP atau Tanda Pengenal lainnya. Kegiatan ini berlangsung seumur hidup. Dengan cara seperti ini akan menarik para masyarakat yang bernama Lela dan yang sedang berulang tahun untuk makan gratis ditempat ini.
Tidak hanya itu, setiap yang mengadakan acara ulang tahun di pecel lele lela ini buat yang sedang berulangtahun mendapatkan makan gratis, dan kami pun ikut serta dengan memeberikan sekotak kue yang dibuat dari potongan sirip ikan lele dan badut yang memakai costume lele.
Dengan adanya hal seperti itu kami menjadikan setiap pengunjung raja, maka fasilitas yang kami berikan akan sebaik dan semaksimal mungkin agar para pengunjung merasa nyaman dan ingin kembali lagi untuk makan di pecel lele lela ini.

Modal Lele Lela

Pengusaha kelahiran 3 Januari 1979 ini pun mencari tukang masak dan menyewa sebuah tempat berukuran 2 x 2 meter dengan biaya sewa sebesar Rp. 250 ribu per bulan.
“Ketika itu modalnya ngga sampai Rp. 3 Juta. Minjem gas dari orang tua alias minta,” cerita Rangga.
Pada hari pertama jualan, keuntungan Pecel Lele Lela hanya Rp. 20 ribu, begitupun hari kedua, ketiga, dan hari ke-22 untungnya hanya bertambah sedikit. Hingga bulan ke lima, hasilnya pun sama saja, bahkan mines.
“Pernah sampai 200 ribu, itu pun yang datang adalah keluarga,” jelasnya.
Dengan uang seadanya, Rangga memutuskan pindah tempat. Saat itu, ia membuat gerakan warung sepi di kawasan yang lebih strategis. Ia pun mendatangi pemilik warung sepi untuk diajak kerja sama.
Setelah bernegosiasi dengan pemilik warung, akhirnya pemiliki warung mengajak Rangga menerapkan sistem setoran sebesar satu juta per bulan. Iamenyetujuinya. Warung sepi itu kemudian didesain sedemikian rupa dan diberi poster.
Selama satu bulan dikelola, hasilnya pun ibarat langit dan bumi. Rangga langsung meraup untung  Rp. 3 juta per bulan.
Semangat Rangga untuk mengubah hidupnya pun semakin menjadi-jadi. Rangga merencanakan menambah keuntungannya dengan membuka 10 cabang dalam satu tahun. Kemudian 100 cabang dalam lima tahun. Ia berharap dengan 10 cabang tersebut akan mendapat keuntungan Rp. 100 juta juta per bulan.
Pecel Lele Lela pun terus berkembang.  Tak sampai lima tahun, keuntungannya mencapai Rp. 8.2 milyar per bulan.

Pecel lele lela ini sudah memiliki cabang yang cukup banyak diantaranya:

Pecel Lele Lela (Pusat)
Jalan Raya Kalimalang Blok A Nomor 5-7
Kali Malang, Jakarta Timur
Telp. (021) 70463463
Pecel Lele Lela
Jl. Raya Serpong
Tangerang, Banten
Telp. (021) 44779888
Pecel Lele Lela
Jl. Rusa Raya No.45
Cikarang Baru
Jababeka
Pecel Lele Lela
Jl. Margonda Raya No. 168
Margonda, Depok
Telp. 62-21-94900578
Pecel Lele Lela
Jl. Jend. Sudirman No.22-6
Bogor, Jawa Barat
Telp. (0251) 970 6060
Pecel Lele Lela
Jl.surya soemantri  17 B
Bandung, Jawa Barat
Pecel Lele Lela
Jl. Kapten Pierre Tendean No. 12D
Mampang Prapatan
Jakarta

Pecel Lele Lela
Jl. Sukabumi No. 11
Karawang
Telp. (0267) 9231921-9027978




  
http://www.desamodern.com/index.php/read/news/view/2181/Lele-Lela-Perjalanan-Seorang-Wirausaha-Muda
http://sellykarina.blogspot.com/2012/04/rumah-makan-pecel-lele-lela.html
http://kabarkampus.com/2013/06/rangga-umara-raih-untung-dari-pecel-lele-lela-8-2-juta-per-bulan/